|
DPT PILPRES 2009 SEBANYAK 176.367.056 PEMILIH |
|
|
| 01-06-2009 | |
|
Jakarta, 31/5/2009 (Kominfo-Newsroom) – Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum akhirnya menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 8 Juli 2009 dengan total 176.367.056 pemilih. Dalam jumlah itu termasuk pemilih luar negeri sebanyak 1.133.738 orang atau naik sekitar lima juta dari DPT pemilu legislatif (pileg) sebanyak 171.068.667 pemilih. Menurut anggota KPU Andi Nurpati kepada pers di gedung KPU, Jakarta usai pleno, Minggu (31/5), penetapan DPT Pilpres 2009 ini minus kehadiran provinsi Papua Barat. “Alhamdulliah rapat pleno tentang penetapan DPT sudah rampung. Untuk Papua Barat tidak dapat hadir karena terkendala transportasi, tapi mereka kirim datanya melalui faximile,” kata Andi yang didampingi komisioner I Gede Putu Artha dan Syamsul Bahri. Namun demikian, tambah Andi, meski DPT Pilpres ini sudah ditetapkan, KPU Pusat meminta kepada semua KPU provinsi yang hadir dalam rapat pleno untuk tetap melakukan pemeriksaan silang data di lapangan sehingga bisa diperoleh data yang valid. Langkah itu, katanya, ditempuh untuk menghindari kemungkinan adanya daftar pemilih ganda atau orang yang sudah meninggal tetapi masih dimasukkan dalam daftar pemilih. “Kalaupun kedua hal itu ada, KPU akan melakukan pencoretan.” Mengenai kemungkinan terjadinya perubahan DPT, menurut dia, pada prinsipnya KPU tetap menjaga agar jangan sampai ada data dobel yang bisa disalahgunakan. Sementara itu, Putu menjelaskan, adanya penambahan jumlah pemilih dalam pilpres tersebut berasal dari pemilih yang tidak terdaftar dalam pemilu legislatif dan pemilih pemula yang berusia 17 tahun antara 10 April hingga 8 Juli 2009. Selain itu, penambahan ini disebabkan adanya nama pemilih yang masih tercatat meski sudah meninggal atau nama gandam sehingga hampir di seluruh provinsi jumlahnya bertambah. Mengenai komentar dan protes dari beberapa pihak terkait adanya puluhan juta pemilih yang belum terdaftar, Putu Artha menegaskan tidak masuk logika. “Jika diasumsikan yang tidak terdaftar itu 20 juta orang, berarti DPT sekitar 190 juta. Nah, itu berarti warga yang belum memiliki hak pilih hanya beberapa juta saja.” (Az/id). http://www.depkominfo.go.id/2009/05/31/dpt-pilpres-2009-sebanyak-176367056-pemilih/ |
Praktik Kecurangan UN Meluas
MEDAN, KOMPAS.com — Praktik kecurangan ujian nasional (UN) meluas di sejumlah sekolah di Sumatera Utara. Selain modus, tempat terjadinya kecurangan juga bertambah di hari kedua pelaksanaan UN. Sebagian dari praktik tidak jujur ini bahkan terjadi terbuka di depan kelas tanpa menghiraukan pengawas UN.
“Laporan dari tim investigasi kami ada guru yang sengaja membagi jawaban di depan kelas kepada murid. Ini terjadi di SMK swasta di Sidikalang (Kabupaten Dairi), SMA swasta di Kabupaten Humbang Hasundutan, SMK swasta di Siborongborong (Tapanuli Utara), dan SMA swasta di Simalungun,” tutur Anggota Dewan Kehormatan Komunitas Air Mata Guru (KAMG), Deni Boy Saragih, Selasa (21/4) di Medan.
Guru di sekolah tersebut memberikan jawaban kepada siswa dengan membagikan kertas kecil (besarnya tidak sampai melebihi telapak tangan) kepada murid. Sebagian dari lembar jawaban ini bertuliskan tangan dan sebagian yang lain sudah dalam bentuk ketikan. Deni sengaja tidak menjelaskan detail nama sekolah karena bukti kecurangan ini akan dibuat dalam bentuk laporan resmi ke pengawas di tingkat provinsi.
Tim investigasi KAMG juga menemukan kembali jawaban serupa di tangan siswa. Hari ini tim menemukannya di sebuah SMA negeri di daerah Simalingkar, dan SMK swasta di Kecamatan Medan baru. “Seperti hari sebelumnya seluruh temuan kecurangan ini sebagian besar terjadi di sekolah favorit,” katanya.
Dari : Kompas.com
STANDAR NILAI UN 2009 NAIK
Pemerintah kembali menaikkan standar nilai rata-rata kelulusan peserta Ujian Nasional 2009. Tahun 2009 ini, siswa harus memiliki nilai rata-rata 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran. Khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan, nilai mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.
Nampaknya para siswa harus bekerja ekstra untuk mencapai nilai rata-rata yang sudah ditentukan pemerintah. Dengan alasan meningkatkan kualitas anak didik, setiap tahun pemerintah menaikkan standar kelulusan peserta Ujian Nasional. Pada tahun 2007, pemerintah menetapkan Standar kelulusan UN 5,0, tahun 2008 5,25 dan sekarang kembali dinaikkan menjadi 5,50.
Rencananya Ujian Nasioanal akan dilaksanakan pada akhir bulan April 2009. Untuk tingkat SMP ujian akan dilakukan tanggal 27 – 30 April 2009, sedangkan untuk SMA atau SMK UN akan dilaksanakan tanggal 20 – 22 April 2009. Tahun ini , dalam penyelenggaraan UN untuk SMA , Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) menunjuk perguruan tinggi negeri di tiap propinsi untuk menjadi pengawas, pendistribusian, hingga scaning lembar jawaban Ujian nasional.
| Reporter/Kamerawan:Budhi| Penulis:Santoso| Editor Video:Ardie | VO : Riana, Hendri
Sumber : Kompas TV.com
2 tanggapan so far ↓
pusinfoikapa // Januari 23, 2009 pada 10:44 am
Ikatan Keluarga Alumni pesantren Al-Basyariyah menyayangkan sikap Raja/pemerintah negara2 Arab yang acuh pada pembantaian Muslim
Anonim // Juni 20, 2009 pada 2:42 pm
Sehubungan keasikan di facebook Blog ini menjadi tidak terurus. mulai saat ini…. akan diurus lagi Insya ALLAH