“Sebuah catatan kritis terhadap pemerintah dan Masyarakat Global’
Gejolak Krisis Dunia terasa panas, kematian Imam Samudra Cs pun menambah hingar bingar persaingan global yang terselubung, kini ada pula situs kartun yang menghina nabi Muhammad SAW.
Sentimentil dunia barat terhadap Islam tidak akan pernah berhenti, dulu Abu bakar Baasyir menjadi tertuduh negara Superpower Amerika dengan sertamerta mencurigai Pesantren sebagai sarang teroris, sebenarnya dunia Internasional konon lebih senang melihat moderatisme Islam di Indonesia, radikalisme dan fundamentalisme Islam dianggap membahayakan kepentingan kapitalisme global, berbicara kapitalisme global tentu kita berbicara kepentingan Amerika diberbagai aspek.
Kemenangan Barrack Hussein Obama menyiratkan keinginan masyarakat global akan dunia yang damai, namun penulis berpendapat Dunia tidak akan pernah damai dan Islam dan kaum Muslimin tetap akan menjadi tertuduh untuk berbagai kasus Internasional
Kalangan pesantren tak perlu segan menghadapi sentimentil Barat, masyarakat pesantren tetap perlu bebas mengekspresikan wajah mereka tanpa harus bersujud dibawah bendera Amerika, Pesantren memiliki kemandirian dan sejarah tersendiri di Indonesia.
Pemerintah wajib menjembatani pesantren menjadi lembaga kemasyarakatan yang bukan hanya berfungsi sebagai tempat menuntut Ilmu lebih jauh dari itu harus bisa mengantarkan pesantren berada dijalur universalisme Islam dan pesantren
Pemerintahan Yudhoyono saat ini hanya menjadikan pesantren sebagai komoditas politik dan tak pernah serius membantu pesantren, tengoklah anggaran mana yang menyentuh pesantren secara luas? nyaris tidak ada.
Tetap teguhlah masyarakat pesantren May Allah SWT bless you all…. (ridwan hartiwan raharusun)

Saya pikir pemikiran anda biasa saja nggak ada bedanya dengan orang lain yang selalu iri atas keberhasilan pemerintah !
kade anu jadi pasantren ulah jadi kedok hungkul……….. pertahankan ISLAM di DUNIA